Lompat ke isi

Daegu

Daegu
대구광역시
Transkripsi Hanja
 • Hanja大邱廣域市
Simpang Beomeo di pusat kota
Paviliun The ARC
Danau Suseongmot
Sungai Sincheon
Kawasan Dongseong-ro
83 Tower
Bendera Daegu
Lambang resmi Daegu
Daegu di Korea Selatan
Daegu
Daegu
Lokasi Daegu di Korea Selatan
Koordinat: 35°52′18″N 128°36′06″E / 35.87167°N 128.60167°E / 35.87167; 128.60167
NegaraKorea Selatan
WilayahYeongnam
Pembagian administratif9 pembagian (7 distrik/gu, 2 kabupaten/gun)
Pemerintahan
 • JenisWali Kota–Dewan
 • Wali KotaChoo Kyung-ho (Kekuatan Rakyat)
 • Badan legislatifDewan Metropolitan Daegu
Luas
 • Kota Metropolitan1.499,51 km2 (57,896 sq mi)
Ketinggian
106 m (348 ft)
Populasi
 (Januari 2026[1])
 • Kota Metropolitan2.351.461
 • Kepadatan16/km2 (41/sq mi)
 • Metropolitan
3.466.452
 • Dialek
Gyeongsang
DemonimOrang Daegu
PDRB (Nominal, 2023)
 • TotalKRW 73 triliun (US$ 58 miliar)
 • Per kapitaUS$ 26.736[3]
Kode area telepon+82-53
Kode ISO 3166KR-27
BungaMagnolia
PohonPohon cemara fir
BurungKucica korea
Situs webSitus web resmi (bahasa Inggris)

Daegu (Pengucapan Korea: [tɛ̝.ɡu]; Hangul: 대구), sebelumnya dieja Taegu[a] dan secara resmi bernama Kota Metropolitan Daegu (Hangul: 대구광역시), adalah sebuah kota di wilayah tenggara Korea Selatan. Kota ini merupakan wilayah aglomerasi perkotaan terbesar ketiga di Korea Selatan setelah Seoul dan Busan; kota metropolitan terbesar keempat di negara tersebut dengan jumlah penduduk lebih dari 2,3 juta jiwa;[6] serta kota terbesar kedua setelah Busan di kawasan Yeongnam. Daegu beserta wilayah Provinsi Gyeongsang Utara di sekelilingnya kerap disebut sebagai kawasan Daegu-Gyeongbuk, dengan total populasi melebihi 5 juta jiwa.

Daegu terletak di pedalaman tenggara Korea, berjarak sekitar 80 km dari garis pantai, serta berdekatan dengan aliran Sungai Geumho dan anak sungai utamanya, Sungai Nakdong, di wilayah Gyeongsang. Cekungan Daegu merupakan dataran rendah utama di kawasan Yeongnam. Pada zaman kuno, wilayah Daegu merupakan bagian dari konfederasi proto-kerajaan Jinhan. Wilayah ini kemudian berada di bawah kekuasaan Silla, yang berhasil mempersatukan Semenanjung Korea. Selama era Joseon, Daegu berstatus sebagai ibu kota Provinsi Gyeongsang, salah satu dari delapan provinsi tradisional di Korea.

Daegu pernah menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Korea Selatan sepanjang era 1960-an hingga 1980-an. Iklim subtropis basah di Daegu sangat ideal bagi budidaya tanaman apel berkualitas tinggi, sehingga kota ini mendapat julukan "Kota Apel".[7] Daegu juga dijuluki sebagai "Kota Tekstil"[8] karena sektor tekstil sempat menjadi tulang punggung manufaktur utamanya. Melalui pembentukan Kawasan Ekonomi Bebas Daegu-Gyeongbuk, Daegu kini mengalihkan fokus pembangunannya pada pengembangan industri mode serta sektor industri berteknologi tinggi.

Daegu merupakan bekas ibu kota provinsi Gyeongsang dari tahun 1392 hingga tahun 1896. Pada tahun 1980-an, Daegu menjadi Kota Khusus Korea atau Kota yang Diperintah Langsung (Jikhalsi) tingkat provinsi yang dikelola secara terpisah, dan didesain ulang menjadi Kota Metropolitan (Gwangyeoksi) pada tahun 1995.

Daegu adalah kota terbesar di wilayah Gyeongsang Utara. Selama Dinasti Joseon, kota ini menjadi pusat administratif, ekonomi, dan budaya seluruh wilayah Gyeongsang, yang sebagian besar perannya sekarang diambil alih oleh Busan di Gyeongsang Selatan.

Selama Perang Korea, banyak pertempuran sengit terjadi di sekitar Sungai Nakdong. Namun, Daegu berada di dalam Perimeter Busan, dan oleh karena itu tetap berada di tangan Korea Selatan selama perang. Setelah perang, kota ini mengalami pertumbuhan yang signifikan, dan populasinya meningkat lebih dari sepuluh kali lipat sejak saat itu.

Pada 18 Februari, 2003, seorang pria membakar kereta Kereta Bawah Tanah Metropolitan Daegu yang berhenti di stasiun Jungangno. Kebakaran ini menewaskan sekitar 200 orang, menjadikannya sebagai kebakaran kereta bawah tanah Daegu dan salah satu bencana terburuk di Korea Selatan sejak akhir Perang Korea.

Saat ini, Daegu merupakan wilayah metropolitan terbesar ke-4 dalam hal populasi, dan masih menjadi kota perdagangan terbesar ke-3 di Korea.

Iklim dan geografi

[sunting | sunting sumber]