Lompat ke isi

Kelaparan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kelaparan
Nama lainStarvasi
Gadis Rusia yang kepalaran selama Bencana Kelaparan Rusia 1921–1922
SpesialisasiKedokteran perawatan genting
Gejalamerasa lemah atau letih, kurang energi, kehilangan kesadaran
KomplikasiAnemia, gula darah rendah, tekanan darah sangat rendah, kegagalan organ
PenyebabMalagizi
Metode diagnostikberdasarkan gejala
Pengobatanperawatan intensif

Kelaparan atau starvasi adalah kekurangan asupan energi kalori yang parah, di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan makhluk hidup. Ini adalah bentuk malagizi yang paling parah. Pada manusia, kepalaran yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan organ permanen[1] hingga kematian. Istilah inanition[2] merujuk pada gejala dan efek kepalaran. Kelaparan juga dapat digunakan sebagai sarana penyiksaan atau hukuman mati.

Kelaparan Tersembunyi

[sunting | sunting sumber]

Berbeda dengan kelaparan yang terlihat secara langsung, gejala awal kelaparan tersembunyi sering kali sulit dikenali. Dampaknya tidak muncul secara tiba-tiba sebagaimana kelaparan yang umumnya terjadi akibat kemarau, paceklik, bencana alam, atau konflik. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan zat gizi mikro, seperti zat besi, yodium, asam folat, vitamin A, dan beberapa jenis vitamin B, yang berlangsung secara bertahap. Dampaknya dapat bersifat jangka panjang dan dalam kondisi tertentu memengaruhi kesehatan generasi berikutnya.[3]

Kelaparan tersembunyi yang dialami ibu hamil dapat terus berdampak setelah bayi dilahirkan. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dapat menghambat pertumbuhan anak, memengaruhi perkembangan kognitif, serta menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Salah satu contohnya adalah anemia pada ibu hamil yang berkaitan dengan meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan terjadinya stunting atau tengkes pada anak.[3]

Kekurangan yodium pada anak usia 6 -12 tahun dan ibu hamil juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa defisiensi yodium dapat berkaitan dengan penurunan skor Intelligence Quotient (IQ) sekitar 10 - 15 poin. Kekurangan zat gizi mikro tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian pada ibu dan anak.[3]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Stratton, Rebecca J.; Green, Ceri J.; Elia, Marinos (2003-01-01). Disease-related Malnutrition: An Evidence-based Approach to Treatment (dalam bahasa Inggris). CABI. ISBN 978-0-85199-648-6.
  2. ↑ "Definition of INANITION". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-26.
  3. 1 2 3 Arif, Ahmad (2021). Masyarakat adat & kedaulatan pangan. Seri pangan Nusantara (Edisi Cetakan pertama). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-481-480-9.

Bacaan lanjut

[sunting | sunting sumber]

Templat:Konsekuensi penyebab eksternal