21 August 2015

bahagia itu sederhana


sayang
ketahuilah bahwa
aku sangat merindukan sore-sore kita
bermacetan di jalan hanya semata
ke dorongan di bawah jembatan demi
semangkuk sop hangat yang segar

dan kalau hujung minggunya
kita berhujanan ke bogor
wisata di gunung halimun
berselimut embun sepanjang malam
sambil menikmati kopi jahe
di kaki curug

kadang kita lari ke kepulauan seribu
dengan kapal kayu sederhana kokoh
mengharung gelora ancol
sambil kulit kita gosong
dibakar mentari khatulistiwa
untung jernih biru lautnya
pintar membujuk
mengusir lelah
dan ketawa kita pun
berjejeran 
disepanjang pantai nan putih

kemana aja asal bareng kau;
itu yang sering kau ucap
saatku gusar tentang
waktu yang menjarak

dan ternyata, sayang
bahagia itu
sederhana buat kita.

15 June 2015

25th


kalau kau masih ada, mungkin sekarang kita akan sambut ulangtahun kelahiran kau yang ke 25. Ya, akan ada ucapan panjang umur murah rezeki, lewat whatsapp atau facebook message..



dan mungkin kalau kau masih ada, paling tidak perbualan kita basa basinya tentang bila akan kita terima undangan pernikahan masing-masing.. Atau barangkali sekarang kau sudah punya isteri dan anak yang dapat kau banggakan.




aku yakin kau akan jadi antara mereka yang menyokong kuat untuk hari pertama aku mulai bekerja besok. Sampai sekarang aku masih ingat pesan kau waktu aku dulu-dulunya sampai di Jakarta untuk memulai studi. Kata kau, setiap sesuatu hal ada pertama kalinya. Jadi jangan takut. Jangan gentar.



6 tahun. Dan selama itu kau sudah pergi. Namun selama itu lah juga kami yang masih tinggal tetap mengenang kau. Menghitung bilangan harijadimu - kalau kau masih ada. Kau adalah antara yang aku syukurkan untuk kehidupan ini, walau hanya sekejap dipinjamkan tuhan.




semoga aku tidak akan lupa hal-hal kecil yang pernah menjadi lelucon kita, atau pesan hati ke hati yang kau sering tiupkan ke jiwa aku. Semoga aku akan sentiasa ingat kau yang sering membuat aku tertawa, dan kau juga lah yang membuat aku menangis terpuruk dibalik pintu saatku tahu kau telah jauh pergi.




kau bahagia, kan, disana?
aku yakin. Aku pasti.
karena kau lebih disayang tuhan.




happy 25th bday, hnfmrn.

12 April 2015

p/s : goodbye

'kenapa selalu pilih jalan susah?'
tanya dia, sambil pandangannya menusuk, 
dengan senyum pahit ;
terpaling dipaksa-kan.

'kerana hati aku yakin'
dan aku tak mampu menatap matanya.

'baiklah. kalau jalan yang susah itu mampu membuat kau senang nantinya, aku akan jadi orang yang terbahagia sesudah kau.'

'terima kasih. doakan aku.'

...

sebelum berpisah, terbeku dalam ruang waktu, aku lontarkan kepadanya,
'u see, i'm leaving you. i will not coming back. i'm marrying someone else. and i believe he's the one. i'm sorry if this kind of takdir hurts you. but trust me. it hurts me as well. just, move on. find another girl, who can love you more than i did. i need to see you live a happier life so i can safely say leaving you is the damn righteous decision i ever made in my life.'

dia hanya senyum kecil kemudiannya ;
membuat keping-keping hatiku pecah berderai, 
dan aku tahu, hati nya lebih dari itu.

12 January 2015

transisi

Perubahan itu, selalu punya dua sisi. sama ada baik, atau buruk. meninggalkan sesuatu di belakang, dan berlari-lah mengejar yang di hadapan.
*
5 tahun 5 bulan di sana, dan sekarang saya sedang diam di kamar lama yang dulunya sangat saya rindukan..ternyata saya rupanya tertinggalkan sesuatu - hati dan cinta saya.

masih ingat pertama menghirup udara hangat jakarta, hiruk pikuk kemacetan jalan rayanya menenggelamkan jeritan saya betapa saya mahu kembali ke rumah. dan seseorang menyedarkan saya bahwa manusia itu punya pilihan. pilihan saya adalah berada di situ. maka jalani-lah. selesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Indonesia mendewasakan saya. bermula dengan jajanan pinggir jalan yang enak-lazat-murah-mudah didapat-tapi jangan dipersoal kebersihannya-nikmatilah dengan tabah-. kemudiannya himpunan-himpunan buku puisi dan sajak yang sering tersorok malu dipojok toko buku.. servis taxi blue bird mahupun taxiku yang beribu kali lebih ramah dari servisnya restoran mahal di kota malaya, siri menjelajah kepulauan bangka, jawa dan sumatera ( yang belum saya sempurnakan route-nya), oh dan.. cerita-cerita seram, ngeri, pilu dan menyebalkan yang saya lalui di setiap postingan. semoga saya tidak akan lupa sensasi pertama kali menjahit luka kepala yang pecah digilis kereta api, pertama kali melihat jenazah hijau kembung yang matanya melotot, pertama kali bertungkus lumus menyelamatkan bayi imut yang sudahpun meninggal dunia, dan ya. pertama kali jari saya berada di lubang dubur pesakit kanser hati.

Lucu, dalam diam Indonesia menjadi rumah ke dua saya. dan saya merindukannya.

Mungkin, ingatan-ingatan ini nantinya akan semakin samar. dan mungkin kelak, hanya akan menjadi cebisan kumal yang terlipat, tersisip kemas di helaian takdir saya. Namun sementara itu, biarlah saya berbahagia dalam mengenangnya.

Kapan-kapan kita ketemu lagi,ya.