“ ka knp yu brp kali lun nelp kd d angkat2, mun guring pst tabangun coba pang pian blik ka rmh liati sidin klo pingsan bnarai”
“ ka bila pian istirahat bgawe kwa lah pian bulik krmh satumat lihati mm klo knpa? Sdin sorangan drmh, td kami nelpon ni kda d angkat2, tadi pagi sdin sakit kapala jar”
Hmmmm….aku langsung pulang dengan segera, eih …ternyata beliau masih duduk santai sambil membaca buku sejarah nabi-nabi, syukurlah tidak terjadi apa-apa dengan ibuku. Semoga ibu sehat selalu…amien.
Sementara di tempat kerja telah terjadi nego Suzuki carry th’88 yang sudah lama di iklankan, hmmm akhirnya laku juga walau itu milik orang lain yang di serahkan pada kami untuk menjualnya, hehehe bukan maklar ya…
Rasanya ada sesuatu yang tiada manakala mata tertuju kearah tempat parkir itu, ya itu si carry butut sudah berpindah tangan, hingga tinggal kenangan saja yang masih tersisa, banyak suka duka ketika kami memakainya, terlalu susah memang untuk diceritakan karena carry butut itu telah banyak membantu kami, asal tau saja mesinnya sangatlah bagus, boleh dibilang masih gress gitu, walau body kropos! Apalagi ditambah ditambah dengan penyoknya body depan karena hasil tabrakan dengan avanza kemarin, gara-gara avanza nge rem mendadak karena menghindari sepeda motor didepannya, maka makin tambah kroposnya…hihihi…untuk tidak menyangkut soal nyawa, na udzu billah.
Banyak lagi kejadian yang menimpa carry butut itu ketika bersama kami, tapi satu kisah itu sudah cukup untuk melengkapi sebuah kenangan kami.
Yee…selamat berpisah carry butut, semoga pemilikmu merasa senang! Dan nyaman bersamamu.