Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duka. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Kepada Langit dan Bintang di Atas Gunung Salak

Gunung Salak...
Tak miriskah dirimu saat ada yang menganalogikan dirimu sebagai kuburan pesawat terbang?
Harusnya semua tak pernah terjadi lagi; sejak kejadian beberapa waktu yang lampau
Tapi, entah mengapa kau seolah suka dengan sebutan itu?

Langit di atas Gunung Salak...
Saksimu menjadi saksi kepedihan segala jiwa
Adakah lagi yang akan bersemayam dalam bentuk luka yang sama?
Seperti hari kemarin dan hari-hari sebelumnya

Duhai bintang-bintang yang berkeriapan di atas cadas pegunungan itu
Tak bosan-bosankah kalian menyaksikan perih-perih dan luluh lantak yang sama?
Hingar bingar sesaat kemudian menjadi puing-puing yang tak berarti lagi
Tubuh dan jiwa yang sesaat meregang, lantas lesap menuju semak-semaknya bumi

Langit, birumu memohonkan ampunan bagi jiwa-jiwa fana yang telah musnah seketika
Langit, awanmu meneriakkan kata-kata belasungkawa



Gunung Salak, 9 Mei 2012

Kamis, 09 Desember 2010

Luruh Ke Bumi...

Ibu...
Aku tak bisa memungkiri, bahwa karena cinta dua anak manusia aku hadir ke dunia fana ini

Ibu...
Aku juga sangat menikmati saat-saat aku harus tumbuh di dalam rahimmu
Betapa menakjubkan keajaiban itu terasakan
Satu demi satu organ mungilku tumbuh dengan sempurna, setelah DIA meniupkan roh bagi segumpal daging asalnya...

Ibu...
Kaulah perantara dari penciptaanNya
Kaulah salah satu bukti bahwa hingga detik ini betapa Tuhan sangat menyayangi dunia fana ini
DIA tak pernah berhenti menciptakan anggota-anggota baru di muka bumi ciptaanNya ini untuk menghuni dan menjaganya

Ibu...
Kaulah senandungku saat menjelang tidur
Perjuanganmu adalah nafas bagiku
Kelembutanmu adalah detak jantungku
Pribadimu adalah aliran darah bagi seluruh nadiku
Sikapmu adalah oksigen bagi tubuhku
Tutur katamu adalah doa-doa bagiku
Cintamu adalah denyut nadi yang menggerakkan seutuhnya jiwa dan batinku

Kau ajari aku tentang sebuah kejujuran
Kau ajari aku tentang sebuah ketulusan, kerendahan hati, dan keanggunan
Kau ceritakan padaku tentang balada kehidupan ini

Ibu...
Dalam suka dan duka telah kau paparkan dengan senyum termanismu
Kau selalu membawa sukacita dan kedamaian bagiku, betapapun rapuhnya diri dan jiwamu

Ibu...
Sekian waktu telah berlalu
Setiap perjalanan selalu ada akhirnya
Kau kini telah berlabuh pada lautan kasih indah tiada tara
Meski ragamu telah luruh ke bumi
Namun sukma sucimu telah menemui sumber dari segala kasih itu sendiri
Pelukan surga telah menanti kehadiranmu
Dengan bait-bait suciNya akan merengkuhmu

Ibu...
Terima kasih atas baktimu
Kini, ijinkanlah aku mengantar kepergianmu
Meski tak ada isak tangis yang berlebihan
Namun, aku jelas sangat kehilanganmu
Dengan rendah hati, maafkanlah segala kesalahan yang telah kubuat padamu
Kan kukenang selalu segala keindahan yang telah kau torehkan di hidupku
Menjadi sebuah semangat yang tak kan pernah padam

Berawal dari satu titik, dan berakhir pada titik yang sama pula; dari kekal hingga ke kekal...
Kau berasal dari kasihNya, maka pulanglah menuju kasihNya kembali

Ibu...
Aku akan merindukan selalu senyummu
Kelak aku kan memandang senyummu kembali
Kini, aku hanya bisa memandang bintang-bintang yang paling bersinar itu
Sebagai tanda kehadiranmu untukku
Selalu memandang bahagiaku karena kau telah lebih bahagia di atas sana, daripada di sini, di bawah bumi yang fana ini...




* Tuhan, kumohon terimalah jiwa-jiwa yang telah meninggal dunia
Semoga mereka bahagia di alam kekalMu... Amin

** Untuk temanku yang baru saja kehilangan ibunya...
Turut berduka cita yang paling mendalam. Semoga tetap tabah menghadapi kedukaan ini...