| Baby Denzel with amazing scene #spoiler |
umur 16 bulan ke Lombok, umur 21 bulan ke Medan. Ke Makassar sih sudah 3 tahun lebih. Kalau Diaz 5 bulan ke Kyoto, 9 bulan ke Surabaya dan 17 bulan barusan ke Hong Kong. Kalau ke Bandung dan Bogor juga lumayan sering.
Tiap anak daya adaptasi memang beda-beda tapi sebagai ortu, setidaknya ada beberapa hal yang menurut gua bisa mempermudah semua orang termasuk si toddler menikmati perjalanan.
1. Jaga kesehatan toddler sebelum pergi
Sekitar sebulan sebelum travelling gua biasanya lebih lagi memperhatikan gizi anak-anak, bila perlu berikan vitamin dan suplemen. Untuk anak yang alergi dan mudah mendapat infeksi kalau sudah kambuh alerginya, gua ekstra juga menyingkirkan alergen. Khusus Diaz yang alergi debu, ya lebih sering deh menyedot sofa, ranjang dan sudut2 ruangan. Gorden dan AC lebih sering dibersihkan.
Tak lupa, suster diwanti-wanti kalau ke taman, pusat perbelanjaan, mal dan lain-lain kan kadang main tuh sama anak-anak yang lagi batuk pilek. Gua bilang kalau sampai Diaz sakit ya alamat batal liburannya dan sus juga batal deh cutinya:P BS gua sih cukup pinter dan kooperatif jadi gua gak terlalu khawatir soal ini.
Sekedar sharing, saat kita bawa Denzel ke Lombok, hari pertama dia langsung panas tinggi. Firasat gua udah gak enak kok anak ini gak seceria biasa, tahu-tahu begitu mendarat di airport sana , badannya udah rada hangat. Waktu itu mungkin gua juga sibuk dan gak terlalu khawatir karena Denzel sangat jarang sakit, jadinya gak keinget untuk tindakan preventif. Curiganya sih Denzel ketularan teman sekolah minggu.
2. Siapkan obat selengkap mungkin
Gua ke HK cuma bawa dua koper. Satu besar dan satu sedang dengan baju dan kebutuhan anak mendominasi. Tapi khusus obat-obatan gua bawa satu container besar lock n lock. Biarpun obat yang kelihatannya tidak akan kepakai tetap gua bawa just in case... Sharing lagi gua dulu di Lombok cuma bawa obat penurun panas. Setelah kita putuskan beberapa hari kemudian mau diberikan antibiotik karena kondisinya sudah kelihatan infeksi bakteri, kita gak punya akses ke apotik. Sudah tinggalnya di tempat remote pula. Untunglah akhirnya bisa titip teman yang baru mau berangkat dari Jakarta.
3. Stroller
Kalau untuk bayi jelas ada tambahan baby carrier. Untuk toddler sempat gua dan hubby berdiskusi panas soal ini. Kelihatannya dia kapok di Kyoto jadi juru angkat stroller naik turun temple. Nah tapi gua bilang kita kan pergi seharian nih pasti, gak sanggup kalau harus gendongin dia terus dan Diaz saat di Kyoto maupun Surabaya itu bisa tidur nyenyak di stroller lho.
Syukurlah akhirnya kita bawa. Kalau ke Kyoto bawa stroller Elle bekas Denzel kebaret2 gua gak peduli. Pas ke HK ini kita bawa peg perego baru Diaz, sedih deh kebaret- baret tapi jika harus diulang gua tetap akan bawa. Stroller ini memang berat tapi kokoh dan nyaman banget. Diaz bisa tidur 3 jam straight di stroller ini gak peduli kita naik turun MTR, desek2an di trotoar atau kehujanan di Disneyland, dia mah molor terus. Tadinya hubby mau beli Combi 3kg tapi pikir2 kita kan mau taruh tas (dan belanjaan) di handlenya, bisa kebalik atuh.
4. Makanan
Kalau di rumah makanan Diaz pastilah masih terjaga. garam secukuuupnya, gizi empat sehat lima sempurna. Harus ayam kampung, telur kampung, sayur kalau bisa yang organik. Jadwal makan terstruktur rapi (kalau ada sus). Lha kalau pergi harus seperti itu alamat kita semua gak bisa ninggalin apartemen lama-lama dong? Jadinya meski gua bawa beras, cereal dan sebagainya. Semua nyaris gak disentuh.
Gua ingat kata kolega gua, kalau pergi berlibur dan elo masih harus khawatirin gizi anak selama berlibur sebaiknya sekalian gak usah pergi. Kebetulan anak-anaknya termasuk tipe susah makan so kalau liburan mereka end up di restoran fast food yang sebenernya pantang banget bagi dia kalau lagi di Jakarta. Tapi katanya pula, liburan paling banter dan paling lama seminggu sampai 10 hari. Gak pa pa deh untuk jangka waktu itu anak-anak bebas makan apa aja yang penting stres free (maksain anak dan nyuapin anak susah makan adalah hal yang paling membuat mood turun).
Oleh sebab itulah gak heran ya, si Diaz kegirangan banget makan makanan kita mulai dari dimsum, bubur, bakpao, dan kedoyanannya ternyata mie seperti koko. Memang sih Chinese food cocok untuk toddler. Jadi ingat di Lombok pesan sup ayam untuk Denzel aja ternyata pedas banget hiks. Karena juga si Diaz kepo mau makan sendiri seringnya gua kasih mangkuk, mie dan garpu biar dia asyik sendiri sementara mama kalap juga makannya huahaha... Tapi orang sana galak-galak ya, pas kita selesai makan si pelayan berdecak-decak sambil tunjuk-tunjuk lantai marah-marah. Yang ada kita buru-buru kaburrr..
Minum juga sebenarnya kalau di rumah masih air aqua yang direbus tapi kalau pergi-pergi cukup air aqua. Susu juga susu UHT saja! Bahkan kalau si toddler kehausan dan malakin jus juga relakan saja. Masyaolloh panasnya Macau, gua sampai habisin dua gelas jus dan masih berasa haus.
![]() |
| Pertama dapat jus bukan bikinan sendiri |
Kalau di hotel ada enaknya kamar dirapiin terus dan dapat breakfast. Tapi kalau stay agak lama sebaiknya di apartemen. Dua anak ini keringatan melulu dan memang HK lagi panas-panasnya jadi mereka sering banget ganti baju, belum lagi Diaz kalau makan, makanan pasti nempel di sekujur baju. Nah, enaknya kalau di apartemen bisa cuci baju. Bisa masak kalau mau meski gua jarang. Tapi pernah darurat sekali, karena hujan papa dan mama gua yang rencananya beliin kita dinner tertahan. Untunglah gua bisa masak dulu di rice cooker dan sementara mereka dengan lahapnya ganjal duluan makan nasi plus abon:)
Di apartemen HK yang meskipun imut luar biasa masih dapat yang 2 kamar plus ruang makan, ruang tamu dan dapur jadi si toddler bisa menjelajah ke sana kemari. Sempet pula keluarin amenities pemilik apartemen yakni semua handuk-handuk, pasta gigi dipencet2in, sabun dan plastik ditebar ke mana-mana.
6. Turunkan standar
Standar apa nih? Macam-macam tergantung elo orang tua seperti apa? Gua sebenarnya cukup fleksibel tapi kalau di rumah misalnya gua mau pergi, sus sudah tahu jadwal Diaz untuk makan, mandi, tidur, main di taman dsbnya. Gak harus ada jam tepatnya tapi at least terpenuhi, misalnya jangan sampai keasyikan main tidak diajak tidur siang.
Kalau lagi liburan, gua gak ada lagi jadwal2an. Pergi aja paling lambat jam9 pagi, pulang-pulang kemarin paling cepat jam 9 malam, pernah sampai jam 11 malam. Tidur otomatis di stroller. Makan juga kadang lebih cepat atau lebih lambat dari jam makan. Sebalnya restoran yang enak kalau di sana antri parah. Pernah kita ngantri sejam lebih, apa boleh buat. Anak-anak kalau laper kita selalu ganjal dulu dengan roti.
Satu lagi standar kebersihan. Biasanya setiap anak-anak pegang sesuatu yang kotor pasti gua buru-buru suruh mereka cuci tangan. Duduk di lantai even di mal? Jangan sampai deh. Tapi kalau liburan, anak-anak terutama toddler yang explore sana sini, gak mungkin bentar2 cari wastafel, gak mungkin juga tiap 5 menit pakai cairan pembersih tangan. Yang penting sebelum makan harus cuci tangan aja karena suka colek2 makanannya.
![]() |
| Mainan batu di lantai resto #merem |
![]() |
| Di snoopy world malah tertarik mainan daun |
![]() |
| Tebar dan mulung daun juga dibiarin asal anaknya happy |
7. Happy Time
Kalau anak sudah lebih besar seperti Denzel mungkin sudah ngerti yang namanya Universal Studios, Disneyland dan sebagainya. Kalau Diaz sih gak mudeng, contoh di atas diajak main di Snoopy World malah asyik mainan daun:) Kita sih ngikutin si toddler aja. Diaz lagi obsesi naik ban jalan (escalator datar) di airport yang mana kita bisa bolak balik 1234 kali selama nunggu boarding di KL dan juga obsesi masuk keluar lift.
Kadang kalau sudah dua jam duduk di stroller, asalkan gak tidur pasti kita turunin kasih jalan sendiri. Emang kadang memperlambat perjalanan atau malah melenceng karena anaknya entah jalan meleng ke mana, gak pa pa deh, kasih waktu sekitar 15 menit atau setengah jam. Kebetulan Diaz ini senang banget deketin orang. Selama diawasin biarin aja meski yang dideketin suka bingung haha..
![]() |
| Suka nunjuk orang, mungkin maksudnya mau kenalan |
![]() |
| Si anak cewek salah mengerti, Kirain main angka kali langsung keluar dua jari #bukanpolitik |
![]() |
| Yang ini lebih lucu, karena Diaz tunjuk terus, anak ini kasih Diaz tissue yang dipegangnya karena kirain Diaz minta |
Kadang kan di mal suka ada tempat main buat anak kecil, wuih happy banget Diaz apalagi kalau ketemu yang bening-bening:)
![]() | |
| Main bola bareng yuk... mumpung mommyku lagi sibuk belanja |
![]() |
| Serius ngobrolnya |
8. Calm.. calm and keep your sanity
Diaz tumpahin teh ke mana-mana? Laburin mie ke kepalanya? Cranky pas ngantri mau ke peak selama sejam lebih hanya untuk naik tram dan begitu pula lagi pulangnya. Ada saat-saat di mana gua begitu rindu sama susnya.. terutama saat tangan gua sampai gemetaran gendongin dia ngantri mau ke Peak itu. Awalnya duduk manis di stroller, berhubung antrian jauh meliuk2, panas dan nyaris gak bergerak, si toddler cranky minta digendong. Habis itu juga meliuk2 gak betah narik kita keluar dari antrian setelah antrian lumayan deket.
Yang penting adalah jangan sampai emosi. Selalu ingat ini adalah liburan yang mana harusnya fun, jadi gua sebisa mungkin keep calm, gak ngomel yang gak perlu-perlu ( tingkat pengomelan berbanding terbalik dengan saat di rumah) dan yang penting gua selalu mendahulukan anak-anak ketimbang orang lain. Apa maksudnya?
Kadang gua lihat kan ortu gak enakan, takut bayinya atau toddlernya mengganggu orang lain kalau sampai nangis atau rewel ngantuk. Gua sih memang berusaha menenangkan Diaz tapi kalau dia masih rewel2 dikit ya biarin aja, didekap sebentar juga tidur ketimbang gua hush hush suruh diam malah nangisnya tambah heboh. Terus kadang kan dia minta jalan, gua sih bawa ke samping kiri jadi gak ganggu orang yang jalannya cepat. Tapi ada aja lho yang galak even sama toddler, stroller yang gua dorong pelan2 dia dorong gak sabar, terus ada tante-tante galak yang melototin Diaz yang menghalangi jalannya. Kalau untuk itu gua pilih egois dan mentingin anak:) Pura2 gak lihat dan gak ngerti aja. Toh itu jarang banget kejadiannya, biasanya oom oom muka masam disenyumin Diaz aja gak kuasa untuk gak senyum balik.
Kalau ditanya repot gak bawa toddler? So pasti, bahkan lebih repot daripada bawa dia saat baby 5 bulan yang kerjaannya minum dan tidur. Tapi gua gak nyesel lho, meski mungkin dia gak ngerti sepenuhnya yang pasti dia terlibat dalam family fun bersama kita dan ortu gua.
![]() |
| Happy Toddler |














