Lompat ke isi

Bandrek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bandrek
Bandrek
Bandrek di Bandung dengan taburan kelapa
SajianMinuman
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa Barat
Suhu penyajianPanas
Bahan utamajahe, gula merah, kayu manis, rempah-rempah (terkadang ditambahkan susu kental manis)

Bandrek (bahasa Sunda: ᮘᮔ᮪ᮓᮢᮦᮊ᮪, translit. Bandrék) adalah minuman tradisional khas Sunda yang dikonsumsi untuk meningkatkan kehangatan tubuh.

Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah, tetapi pada daerah tertentu biasanya menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya. Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian.

Cara penyajian

[sunting | sunting sumber]

Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Banyak orang Indonesia percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, dan lain sebagainya. Di Bandung, biasanya penjual menambahkan sejumput kerukan kelapa untuk menambah cita rasa dari Bandrek tersebut. Bandrek biasa dikonsumsi bersama kacang rebus, ubi jalar rebus, dan juga gorengan dan wanginya seperti kencur

Bandrek telah dikenal sejak sebelum abad ke-10, tepatnya dalam kumpulan resep kabuyutan Kerajaan Galuh yang berdiri sejak tahun 612 oleh Raja Sang Wretikandayun, dalam Naskah Nagara Kreta Bhumi, sama halnya dengan minuman Bajigur yang ada pada Babad Kawung Kawali Galuh. Selain itu, terdapat pula referensi dalam Babad Carbon II sebagai bagian dari jenis minuman dalam upacara tradisi pada masyarakat di Keraton Kesultanan Cirebon yang berdiri sejak tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana/Walangsangsang.[1] Bandrek saat itu begitu dikenal di Tanah Sunda yang menggunakan bahan dasar rempah yakni jahe.[2][3]

Seiring dengan perkembangan zaman, bandrek banyak dijual dalam bentuk instan, tujuannya agar bisa dinikmati di manapun dan kapanpun, tetapi rasanya sedikit berbeda dengan bandrek yang asli. Di Bandung dan sekitarnya, masih banyak pedagang yang menjual bandrek asli, biasanya dijajakan bersama bajigur.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Bandrek Versus Ronde Jahe - Universitas Pendidikan Indonesia | Kabar UPI". Diakses tanggal 2026-06-06.
  2. Bagaskara, Bima. "Bandrek, Sejarah hingga Resep Minuman Jahe Khas Sunda". detikjabar. Diakses tanggal 2026-06-06.
  3. Media, Kompas Cyber (2014-02-07). "Torehan Sejarah dalam Segelas Bandrek". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.