Universitas Nasional
| Universitas Nasional | |
|---|---|
National University | |
Lambang | |
Nama sebelumnya | 1949–1954 Akademi Nasional |
| Moto | PIONIR PERUBAHAN saat ini menjadi Core Value: PIONIR |
Moto dalam bahasa Inggris | Pioneering Transformation |
| Jenis | Universitas swasta |
| Didirikan | 1949 |
| Rektor | Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. |
| Lokasi | , 6°16′51″S 106°50′22″E / 6.2808052°S 106.8393729°E |
| Kampus | Kampus Sawo Manila Kampus Bambu Kuning Menara UNAS |
| Warna | Hijau |
| Situs web | www.unas.ac.id |
Universitas Nasional (UNAS) adalah perguruan tinggi swasta (PTS) Pertama di Jakarta dan PTS Swasta kedua di Indonesia. Didirikan sebagai Akademi Nasional oleh beberapa sarjana Indonesia pada 15 Oktober 1949.[1] UNAS telah terakreditasi "Unggul" oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),[2][3] dan juga terakreditasi oleh QS Star University Rating, dengan 4 bintang dalam proses evaluasi.[4][5]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Universitas Nasional sudah diletakkan fondasi sejak tahun 1946 atas prakarsa cendekiawan terkemuka saat itu yang berhimpun dalam Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK). Meliputi Mr. Sutan Takdir Alisjahbana, R. Teguh Suhardho Sastrosoewignjo, Mr. Soedjono Hardjosoediro, Prof. Sarwono Prawirohardjo, Mr. Prajitno Soewondo, Hazil, Kwari Kartabrata, Prof. Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, R. M. Soebagio, Ny. Noegroho, Drs. Sutan Adam Bachtiar, Dr. Bahder Djohan, Dr. Johannes Leimena, Ir. Abd Karim, Prof. Dr. Soetomo Tjokronegoro,[6] Mr. Ali Budiardjo, W.J.S. Poerwadarminta, Mr. Soetikno Slamet, Ir. Th. A. Resink, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, Noegroho, Soejatmiko, Dr. (HC).Hans Bague Jassin, Mochtar Avin, Louis-Charles Damais, M. Akbar Djoehana, Nona Boediardjo, dan Nona Roekmini Singgih.
Usaha yang awalnya dirintis para pendiri anggota PMIK pada tahun 1946 adalah mengadakan kursus-kursus meliputi bidang ekonomi, sosiologi, politik, dan filsafat. Kursus-kursus yang dipimpin oleh Drs. Adam Bachtiar dimaksud untuk memberi dasar pemahaman terhadap ilmu pengetahuan bagi setiap warga negara dalam tanggung jawabnya mengisi kemerdekaan. Pada akhir tahun 1946, PMIK membuka kelas SMA sore bagi para pelajar yang bekerja pada waktu pagi untuk melanjutkan pengetahuan dan mendapatkan kemajuan pada tahun yang sama.
Dalam perkembangannya, kursus-kursus yang diadakan tidak lagi dapat menampung jumlah peminat yang makin bertambah. Oleh karena itu pada Oktober 1949, atas desakan sekitar 400 lulusan SMA Republik Indonesia, pelayanan PMIK kemudian dikembangkan menjadi Akademi Nasional. Saat itu menampung lulusan SMA di Jakarta yang tidak mau memasuki Universiteit Indonesia (kini Universitas Indonesia), sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Indonesia dalam masa Revolusi Nasional Indonesia, perang kemerdekaan Indonesia. Mereka sangat antusias mendaftarkan diri pada Akademi Nasional yang menjadi cikal bakal Universitas Nasional. Perkuliahan pertama yang diadakan di kampus Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada tanggal 15 Oktober 1949, menjadi momentum historis yang diperingati sebagai hari kelahiran Universitas Nasional.
Dipilihnya nama akademi dan bukan universitas pada saat itu semata-mata untuk menghindari peraturan kolonial di Jakarta yang tidak mengizinkan dibukanya perguruan tinggi berbentuk Universitas oleh kalangan bumiputera. Akademi Nasional pada awalnya membawahi 5 (lima) fakultas, meliputi:
- Fakultas Sosial, Ekonomi dan Politik
- Fakultas Biologi
- Fakultas Matematika dan Fisika
- Fakultas Sastra Indonesia
- Fakultas Sastra Inggris
Meskipun berstatus swasta, tetapi Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Indonesia yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta telah memberikan pengakuan dan persamaan penuh kepada Akademi Nasional dengan surat No. 548/S pada 22 Desember 1949.
Berakhir nya perang kemerdekaan, dan keadaan kembali kondusif, mengembangkan legalisasi selanjutnya, melalui akta notaris Mr. R. Soewandi, Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan berubah menjadi Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) pada 1 September 1954 dan Akademi Nasional selanjutnya mengukuhkan namanya sebagai Universitas Nasional.
Tidak hanya dalam lingkup pendidikan, Sivitas Akademika Universitas Nasional juga terlibat aktif sebagai garda terdepan perjuangan menentang kolonial Belanda di Jakarta. Atas dedikasi itu maka pada saat merayakan lustrum Universitas Nasional yang kedua, 15 Oktober 1959, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno, menganugerahkan gelar “Universitas Perjuangan”.
Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, UNAS terus berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan dengan membuka program studi maupun fakultas baru. Sementara untuk pembukaan program Diploma, YMIK berkonsentrasi dengan membuka Akademi Bahasa Asing Nasional "ABA" (1970), Akademi Akuntansi Nasional (1974), serta Akademi Tourisme dan Perhotelan Nasional (sekarang Akademi Pariwisata Nasional). Hingga saat ini, UNAS dan Akademi-akademi Nasional telah membuka 32 program studi pada tingkat Pascasarjana, Sarjana dan Diploma yang akan terus dikembangkan lagi.
Pengembangan juga dilakukan melalui pembentukan unit-unit kelembagaan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, publikasi, dan kebudayaan, yang berinduk pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Lembaga tersebut bertujuan: "Melakukan pembinaan, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi dan seni melalui kegiatan penelitian. Mengamalkan ilmu, teknologi, dan seni melalui peningkatan relevansi program Universitas dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat."
Menghadapi laju globalisasi, UNAS menyadari bahwa untuk memperkuat daya saing, kerjasama dengan lembaga terkemuka di dalam negeri dan mancanegara terus digencarkan. Kerjasama ini bermanfaat dalam pertukaran informasi; pengembangan program bersama dalam pendidikan, riset, pemberdayaan masyarakat hingga konservasi alam; transfer/alih teknologi, pertukaran dosen dan mahasiswa serta beasiswa.
Melalui proses perkuliahan yang dinamis, para mahasiswa didorong aktif memanfaatkan teknologi informasi melalui berbagai media, aktif berdiskusi dan bekerjasama dengan tim, aktif mempresentasikan gagasan, serta kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah (problem solving). Melalui proses perkuliahan yang diimbangi kecerdasan mental dan spiritual, mahasiswa UNAS diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan pornografi.[7][8][9][10][11][12]
Lambang
[sunting | sunting sumber]Lambang Universitas Nasional berupa Tugu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, dengan bintang segi-lima di atasnya yang dilingkari oleh pita merah putih dan di atas perisai berwarna hijau dengan pengertian:
- Tugu: melambangkan puncak perjuangan bangsa Indonesia
- Bintang segi-lima: melambangkan asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
- Lingkaran merah putih, melambangkan bendera Nasional.
- Perisai, melambangkan benteng, untuk memberikan kesempatan belajar kepada pemuda-pemuda Republik yang tidak mau masuk ke sekolah-sekolah Belanda pada waktu kemerdekaan Indonesia.
- Dasar Hijau, melambangkan perkembangan ilmu sepanjang zaman dan masa
Fakultas dan Program Studi[13]
[sunting | sunting sumber]Daftar Prodi pilihan Universitas Nasional :
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Ilmu Politik
- Prodi S1 Hubungan Internasional
- Prodi S1 Administrasi Publik
- Prodi S1 Sosiologi
- Prodi S1 Ilmu Komunikasi
- Prodi S2 Administrasi Publik
- Prodi S2 Ilmu Komunikasi
- Prodi S2 Sosiologi
- Prodi S2 Ilmu Politik
- Prodi S3 Administrasi Publik
- Prodi S3 Ilmu Politik
Fakultas Hukum
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Hukum
- Prodi S2 Hukum
- Prodi S3 Hukum
Fakultas Bahasa dan Sastra
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Sastra Inggris
- Prodi S1 Sastra Indonesia
- Prodi S1 Sastra Jepang
- Prodi S1 Bahasa Korea
- Prodi S2 Lingusitik
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Manajemen
- Prodi S1 Akuntansi
- Prodi S1 Pariwisata
- Prodi S1 Bisnis Digital
- Prodi S2 Manajemen
- Prodi S2 Akuntansi
- Prodi S3 Ilmu Manajemen
Fakultas Teknik dan Sains
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Fisika
- Prodi S1 Teknik Elektro
- Prodi S1 Teknik Mesin
- Prodi S1 Teknik Fisika
Fakultas Biologi dan Pertanian
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Biologi
- Prodi S1 Agroteknologi
- Prodi S2 Biologi
Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Sistem Informasi
- Prodi S1 Informatika
- Prodi S2 Teknologi Informasi
Fakultas Ilmu Kesehatan
[sunting | sunting sumber]- Prodi S1 Keperawatan
- Prodi S1 Kebidanan
- Prodi Profesi Pendidikan Ners
- Prodi Profesi Pendidikan Bidan
- Prodi S2 Kebidanan
Kampus
[sunting | sunting sumber]KAMPUS UTAMA (PASAR MINGGU)
[sunting | sunting sumber]Terletak di daerah Pasar Minggu. Diperuntukkan sebagai kampus utama, pusat administrasi dan perkuliahan untuk jenjang Sarjana (strata satu).[14][15]
KAMPUS PUSAT LABORATORIUM (BAMBU KUNING)
[sunting | sunting sumber]Sebagai Kampus Pusat Laboratorium terletak di Jl. Bambu Kuning, Pasar Minggu. Diperuntukkan sebagai sarana praktik.[16]
KAMPUS PASCASARJANA
[sunting | sunting sumber]Kampus Pascasarjana terletak di Jl. R.M. Harsono Ragunan. Diperuntukkan sebagai perkantoran, perkuliahan Pascasarjana Program Magister dan Doktor.[17][18]
FASILITAS
[sunting | sunting sumber]Perpustakaan (Cyber Library)
[sunting | sunting sumber]Cyber library atau Perpustakaan Siber yang di fasilitasi oleh UNAS merupakan bentuk perpustakaan yang memiliki luas bangunan kurang lebih 1.400 m2 yang terletak di Kampus Utama UNAS. Memanfaatkan sumber-sumber pustaka elektronik dengan akses terbuka berupa: e-books, e-journals, e-theses, subject gateways, software, conference proceeding (buku elektronik, jurnal elektronik, skripsi-tesis-disertasi elektronik, perangkat komputansi dan telekomunikasi, perangkat lunak, prosiding konferensi) serta pembelajaran bentuk video yang terhubung dengan ratusan laman perpustakaan pilihan di seluruh dunia. Cyber library berada di lantai dasar dengan beberapa fasilitas seperti komputer yang dapat diakses oleh mahasiswa sebanyak kurang lebih 40 komputer, ruang video conference dengan kapasitas 70 orang, ruang mini studio dengan kapasitas 30 orang, 7 ruang kelas yang dapat digunakan sebagai ruang belajar mengajar ataupun seminar kecil, dan ruang kantor yang menunjang fungsi library itu sendiri. Selain menjadi perpustakaan juga diperuntukkan sebagai Auditorium untuk kapasitas 1.500 (orang), di lantai 3 tribun ada 500 (orang).[19]
ALUMNI
[sunting | sunting sumber]Puluhan ribu alumni UNAS telah tersebar pada beragam profesi. Sebagian alumni bahkan mencatat prestasi yang membanggakan almamater dengan reputasi nasional serta internasional. Mereka tersebar pada beragam profesi seperti pakar ilmu pengetahuan, anggota DPR/DPRD/DPD, menteri, duta besar, pejabat pemerintahan, pakar lingkungan, teknokrat, pengacara, hakim, profesional bisnis, wirausahawan, sastrawan, budayawan, artis hingga rohaniawan.
Salah satu contoh alumni dari Universitas Nasional antara lain: Manuel Kaisiepo[20][21] dan Saifullah Yusuf[22][23] mantan menteri di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia; Agus Suparmanto[24][25] mantan menteri di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia; Muhammad Hanif Dhakiri[26][27] mantan menteri di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia; Mochtar Kusumaatmadja[28][29] mantan menteri di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Sampai dengan mantan duta besar ke Malaysia, Hadi Wayarabi[12] dan Ukraina, Yuddy Chrisnadi.[30][31] Termasuk investor kawakan Lo Kheng Hong.[32][33][34]; Walikota Jakarta Selatan M. Anwar; Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat; Mantan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.
Catatan Kaki
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Selayang Pandang".
- ↑ "National University". National University. Diakses tanggal 2022-01-19.
- ↑ "PDDikti - Pangkalan Data Pendidikan Tinggi". pddikti.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-01-19.
- ↑ "Unas Raih Bintang Empat Peringkat Perguruan Tinggi Dunia". Republika Online. 2021-06-23. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Universitas Nasional". Top Universities (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-19.
- ↑ Safwan, Mardanas (1972). Riwayat hidup dan pengabdian Prof. Dr. Sutomo Cokronegoro (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Lembaga Sejarah dan Antropologi, Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. OCLC 7274771.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ Widiyani, Rosmha. "10 Universitas Paling Tua di Indonesia Termasuk UI, ITB, UGM". detikcom. Diakses tanggal 2022-01-21.
- ↑ Ciputra, William (2022-01-10). Ciputra, William (ed.). "Fakta dan Sejarah 10 Universitas Tertua di Indonesia, Ada UI, UGM, hingga UISU". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-01-21.
- ↑ "Politik tak Kunjung Padam, Layar Unas Terkembang (Bagian 1)". Republika Online. 2020-07-06. Diakses tanggal 2022-01-21.
- ↑ "Sejarah – WEB SMP YMIK" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-01-21.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ "SMK YMIK | Sejarah". smkymik.sch.id. Diakses tanggal 2022-01-21.
- 1 2 "PKI dan Mao Zedong, Unas Kiblat Politik (Bagian 2)". Republika Online. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Universitas Nasional". Universitas Nasional. Diakses tanggal 2023-02-14.
- ↑ "Unas Luncurkan Perpustakaan Siber & Auditorium". Republika Online. 2021-06-20. Diakses tanggal 2022-01-22.
- ↑ "Universitas Nasional". Universitas Nasional. Diakses tanggal 2022-01-22.
- ↑ "laboratorium biologi – Biologi Unas". biologi.unas.ac.id. Diakses tanggal 2022-01-22.
- ↑ RM.ID. "Meski Pandemi, Dosen Unas Produktif Lakukan Penelitian dalam Kenormalan Baru". https://rm.id/. Diakses tanggal 2022-01-22.
{{cite web}}: - ↑ developer, mediaindonesia com (2021-12-21). "Kaleidoskop Riset Fisip Unas 2021 di Era New Normal". Media Indonesia. Diakses tanggal 2022-01-22.
- ↑ "Unas Luncurkan Perpustakaan Siber & Auditorium". Republika Online. 2021-06-20. Diakses tanggal 2022-02-23.
- ↑ "Profil - Manuel Kaisiepo". Merdeka.com. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ Indonesia, Tokoh (2003-01-11). "Manuel Kaisiepo". TOKOH INDONESIA | TokohIndonesia.com | Tokoh.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Saifullah Yusuf". Tirto.id. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Profil Saifullah Yusuf - VIVA". VIVA.co.id. 2017-10-18. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ RRI 2022, LPP. "Mendag Agus Suparmanto : Pengusaha sekaligus Santri". rri.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-20.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)[pranala nonaktif permanen] - ↑ Yohanes, Erwin (2019-10-25). Rahmadi, Dedi (ed.). "Sosok Mendag Agus Suparmanto di Mata Teman Pesantren". Merdeka.com. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Profil Muhammad Hanif Dhakiri - VIVA". VIVA.co.id. 2016-11-10. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Muhammad Hanif Dhakiri". Tirto.id. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Pelopor Wawasan Nusantara, Jago Catur Jago Kelakar Mochtar Kusumaatmadja Tiada". lampung.kejarfakta.co. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ "Prof (Emeritus) Mochtar Kusumaatmadja Sedang Sakit". Republika Online. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ Liputan6.com (2018-07-25). Rimadi, Luqman (ed.). "Lulus Sarjana Hukum, Yuddy Chrisnandi Dapat Predikat Cumlaude". Liputan6.com. Diakses tanggal 2022-01-20.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ Arifin, Choirul. Arifin, Choirul (ed.). "Yuddy Chrisnandi Lulus Sangat Memuaskan di Ujian Skripsi S1 Hukum Perdata". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-01-20.
- ↑ Azizah, Kurnia (2020-10-26). Azizah, Kurnia (ed.). "Kisah Lo Kheng Hong, Raja Investasi Saham Beserta Tips Rahasia Sukses". Merdeka.com. Diakses tanggal 2022-01-21.
- ↑ Utami, Novia Widya (2020-06-25). "Mengenal Lo Kheng Hong yang Dikenal Bapak Saham Indonesia". Ajaib (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-01-21.
- ↑ "Profil Lo Kheng Hong, Miliarder Saham Indonesia yang Pernah Hidup Susah - Cermati.com". www.cermati.com. Diakses tanggal 2022-01-21.