Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2008

Laporan Pandangan Mata Dari Sebuah Celah Kecil

Disini langit tak pernah cerah ataupun mendung dan matahari juga tak pernah nampak. Orang-orang senantiasa malu menegakkan wajahnya yang tersenyum dan hanya berani mengangkat wajah bertopeng kepalsuan, melengkapi kesuraman tempat ini. Mereka tak berhasrat sebab rasio adalah segalanya, pemandu bagi gerak hidup mereka. Para pelengkap kesuraman ini sebenarnya hanyalah robot-robot fasis yang terus bergerak mengikuti irama dentuman mesin-mesin produksi. Irama pengiring gerak mereka hadir tanpa mengenal ruang dan waktu. Menciptakan harmoni rutinias kehidupan dari bangun ke tidur hingga bangun lagi. Kebosanan atas harmoni ini adalah aib yang membuat mereka yang bosan dianggap pantas untuk dihinakan dan dimusnahkan. Memang, seolah-olah semuanya bebas bergerak, karena lorong yang menjadi jalur memang cukup luas sehingga kau dapat bergerak kekiri atau kekanan. Tapi, sebagaimana halnya lorong, ada dinding pembatas yang memang tak terlihat sebab di kepala para robot ada sebuah sensor yang akan me...

DIRIKU

Masa lalu, yah ... masa lalu yang indah selalu mengikat lalu menyeretku dan memenjarakanku dalam dunia hitam-putih dunia sekarang dan masa lalu. Masa lalu indah itu berbelati, menodongku dan memaksa untuk menangisi dia yang telah berlalu. Setiap aku mencoba berbalik melawannya setiap itu pula sebuah luka sayatan yang dalam tertoreh di dadaku. Akupun meringis lalu menangis dan saat itulah dia tersenyum sangat manis. Senyumannya terlihat olehku sangat menawan dan terciptalah kenangan indah akan dirinya. Ketika akupun mencoba tersenyum, dia menghempaskanku lalu menendangku. Aku pun tercampak di sudut ruang tak bertuan. Menyadari diriku akupun meraung tapi tak ada yang mendengar. Aku mencari dirinya namun dia pun telah menghilang, hanya seberkas cahaya putih suram yang terlihat jauh dibelakangku. Dia telah melepaskanku, dia telah membebaskanku. Saat masa lalu tak lagi mengikat dan memenjarakanku, aku merangkak menyusuri lurung gelap yang tak pernah jelas ujungnya dan ap...

CERMIN BESAR

Cukup lama aku memandangi bayangan tubuhku pada sebuah cermin besar ditoilet sebuah mall yang tidak aku ketahui untuk apa sebenarnya cermin sebesar ini dipasang disebuah toilet, mungkin untuk memberitahukan kepada orang yang telah menggunakan toilet bahwa ada masalah dengan dirimu karena itu kau harus membenahinya sebelum keluar dari toilet ini dan dilihat oleh orang banyak. Melalui cermin aku lihat tubuhku ternyata masihlah berwujud manusia utuh secara fisik, padahal aku merasa tubuh ini telah berubah menjadi kura-kura. Tidak ada maksudku untuk menghina diriku dengan menganggapnya telah berubah menjadi kura-kura. Siapapun tidak akan memungkiri bahwa kura-kura adalah mahluk hidup bergerak lambat namun apakah ada yang pernah mempertanyakan, apakah kura-kura itu bahagia atau tidak dengan gerakan tubuhnya yang lambat. Jika kalian sering menonton film kartun yang menjadikan kura-kura sebagai salah satu tokohnya, tentu kalian sering melihat bahwa kura-kura adalah mahluk hidup yang senantias...

Bangku Taman

Pernahkan terwujud sebuah gambaran dalam kepalamu untuk duduk di bangku taman kota pada suatu siang, dan menghabiskan waktu hingga sore hari, sambil menikmati matahari yang terus memancarkan sinarnya hingga ke batas akhir? Mungkin juga tidak. Karena masih banyak rencana-rencana besar yang sangat mendesak yang ingin kau lakukan untuk menciptakan hidup yang bahagia. Jikapun iya, apakah itu yang memang benar-benar ingin kau lakukan? Jujurlah. Apakah itu sepenuhnya didedikasikan untuk aktivitas duduk dibangku taman yang merupakan sebuah aktivitas yang sederhana? Terkadang, duduk di bangku taman memang dilakukan. Namun, aktivitas itu tidak lebih hanya sebuah ornamen-ornamen indah yang menghiasi bingkai rencana spektakuler yang ingin dilakukan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik, yang kelak akan membawa kebahagiaan. Aktivitas sederhana selalu menjadi sebuah boneka yang imut yang dapat diperlakukan sesuka hati untuk menutupi kesedihan. Dan, ketika hati telah bahagia, boneka itu dileta...
Sisipush, ......... Mengapa engkau mengkonsumsi segala macam yang dapat membuatmu mabuk ? Apakah dunia yang memuakkan ini tidak cukup membuatmu mabuk ? Apakah engkau mencoba menerima buruknya dunia ini dengan melupakannya ? Kita memang bukan hero yang akan mengubah dunia ini tapi kitapun bukan pengecut yang lari bersembunyi. Bukan tahan akan deraan melainkan mencoba menghapuskan harapan akan melihat semua ini ada sisi baiknya. Sudahlah, kembalilah menghadapi kenyataan yang menjengkelkan dari hidup ini. Biarkan dirimu merasakan sakit yang dilimpahkan padamu oleh dunia ini Biarkan dia terus menorehkan luka di sekujur tubuhmu hingga darah memenuhi seluruh bagian tubuhmu. Marilah duduk disampingku. Bersama kita meringis Bersama kita mengaduh Bersama kita menjerit Bersama kita menangis Bersama kita nikmati kebencian akan dunia ini. ......... Temanmu, ag3n00 NB: Nikmatilah kebencian akan dunia ini

*PEMBIASAAN ATAS TATANAN MASYARAKAT ANARKIS*

“Adalah benar adanya bahwa dibutuhkan sebuah pembiasaan untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat anarkis namun pertanyaannya apakah proses pembiasaan itu menuntut pembentukan sebuah otoritas yang bersifat memaksa?” Bagi orang-orang yang menerima konsep pembebasan dengan semangat anti otoritarian tentu tidak akan menerima alasan apapun untuk pembentukan institusi yang bersifat memaksa apapun bentuk dan modelnya. Adapun persoalan pembiasaan atas tatanan masyarakat anarkis akan diselesaikan melalui pembiasaan itu sendiri dimana prosesnya akan berjalan secara wajar dalam keseharian tanpa ada rekayasa, kalaupun ada rekayasa maka semua dilakukan oleh orang-orang yang terdapat dalam masyarakat tersebut bukan oleh segelintir orang yang merasa paling berhak. Paksaan sama sekali tidak boleh hadir dalam pembiasaan tersebut, yang seharusnya hadir dalam proses pembiasaan adalah sebuah pembangunan kesepahaman diantara seluruh orang-orang yang terdapat dalam masyarakat. Pembangunan kesepaham...