Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2008

CERMIN BESAR

Cukup lama aku memandangi bayangan tubuhku pada sebuah cermin besar ditoilet sebuah mall yang tidak aku ketahui untuk apa sebenarnya cermin sebesar ini dipasang disebuah toilet, mungkin untuk memberitahukan kepada orang yang telah menggunakan toilet bahwa ada masalah dengan dirimu karena itu kau harus membenahinya sebelum keluar dari toilet ini dan dilihat oleh orang banyak. Melalui cermin aku lihat tubuhku ternyata masihlah berwujud manusia utuh secara fisik, padahal aku merasa tubuh ini telah berubah menjadi kura-kura. Tidak ada maksudku untuk menghina diriku dengan menganggapnya telah berubah menjadi kura-kura. Siapapun tidak akan memungkiri bahwa kura-kura adalah mahluk hidup bergerak lambat namun apakah ada yang pernah mempertanyakan, apakah kura-kura itu bahagia atau tidak dengan gerakan tubuhnya yang lambat. Jika kalian sering menonton film kartun yang menjadikan kura-kura sebagai salah satu tokohnya, tentu kalian sering melihat bahwa kura-kura adalah mahluk hidup yang senantias...

Bangku Taman

Pernahkan terwujud sebuah gambaran dalam kepalamu untuk duduk di bangku taman kota pada suatu siang, dan menghabiskan waktu hingga sore hari, sambil menikmati matahari yang terus memancarkan sinarnya hingga ke batas akhir? Mungkin juga tidak. Karena masih banyak rencana-rencana besar yang sangat mendesak yang ingin kau lakukan untuk menciptakan hidup yang bahagia. Jikapun iya, apakah itu yang memang benar-benar ingin kau lakukan? Jujurlah. Apakah itu sepenuhnya didedikasikan untuk aktivitas duduk dibangku taman yang merupakan sebuah aktivitas yang sederhana? Terkadang, duduk di bangku taman memang dilakukan. Namun, aktivitas itu tidak lebih hanya sebuah ornamen-ornamen indah yang menghiasi bingkai rencana spektakuler yang ingin dilakukan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik, yang kelak akan membawa kebahagiaan. Aktivitas sederhana selalu menjadi sebuah boneka yang imut yang dapat diperlakukan sesuka hati untuk menutupi kesedihan. Dan, ketika hati telah bahagia, boneka itu dileta...