Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

MATAMALAM

Aku tak begitu suka dengan matahari ! Matahari itu penipu dan sok sekali. Dia dengan semena-mena menyingkirkan malam dan menawarkan kesejukan pagi yg semu, nanti pada siang hari baru dia menampakkan dirinya yg sebenarnya. Sangat terang dan panasnya menyengat. Membuat orang-orang yg terlena dengan kesemuan pagi, tersadar karena sengatannya, mereka lari menghindar dan bersembunyi. Bersembunyi di bawah pohon-pohon rindang atau di bawah naungan atap, hanya orang-orang bodoh yg tak lari bersembunyi. Orang-orang tolol itu seperti kodok yg mati terebus karena terlena dan tak sempat meloncat keluar. Setelah berbuat semena-mena, matahari kembali menggelar kesejukan sore hari untuk membuat orang-orang lupa dengan apa yg telah dia lakukan di siang hari. Kesemuan itu terus digelar hingga malam datang dan membuat orang-orang tak pernah menyadari kedatangan malam, matahari telah tenggelam. Malam pun datang bersama hadirnya benda-benda bercahaya indah di langit malam, namun matahari tak juga...

Hidup Itu Seperti ...

Dulu saya sering memainkan file-file lagu dengan audio-player berdasarkan album atau berdasarkan artis atau per-playlist yg sudah saya buat susunannya rapi sesuai selera tapi belakangan ini saya lebih sering mengaktifkan mode acak dalam memainkan file-file lagu yg tersimpan di audio-playerku. Saat memainkan file-file lagu berdasarkan album atau artis atau playlist ada kebosanan yg kerap muncul, mungkin karena file-file yg akan dimainkan sudah diketahui dan susunannya begitu-begitu terus tak pernah berubah, monoton. Berbeda ketika saya mengaktifkan mode acak, ada kejutan-kejutan yg sangat menyenangkan walau tak jarang pula membuat jengkel. Kejutan-kejutan muncul karena saya tak pernah tahu file yg mana yg akan dimainkan selanjutnya. Memainkan file-file lagu dalam mode acak memang tetap memiliki sebuah kepastian dan sama jika kita memainkannya dalam susunan pasti sebuah playlist atau album atau artis, kepastian itu adalah ada awal dan pasti suatu saat akan berakhir. Namun dalam mode aca...

Basa Basi Revolusioner

Ok ... mari kita coba hitung-hitungan ! Jam berapa kau bangun tadi pagi ? ehm ... cukup siang juga kau bangun, memangnya semalam jam berapa kau tidur ? wauw ... pantas saja kau bangun kesiangan, aku tak tahu pasti kenapa kau sangat terlambat tidur yang jelas pastilah karena sesuatu yg sangat penting. Menurutmu apa yang penting yg sampai mengharuskanmu menyisihkan kesenanganmu termasuk meninggalkan kesempatan istirahatmu ? ah ... seperti biasa, ini memang termasuk pertanyaan yang susah untuk dijawab dan dalam pandangan pribadiku ini salah satu pertanyaan yang menyebalkan yg sering ditanyakan orang dan terkadang tak dapat ku jawab kalau pun ku jawab paling dengan jawaban klise. apa ? kau ingin tahu apa yg ku maksud dengan klise ? duh ... pasti kau lagi mengujiku, dan seperti biasa setiap pertanyaan dalam sebuah ujian tentu harus dijawab untuk menentukan sangsi apa yg layak didapatkan. Apa, kau tidak demikian adanya ? hahahaha ... kau betul-betul aneh, setiap orang yang bertanya pastilah ...

Sebuah Dongeng*

Ada dongeng dari timur pada zaman dulu tentang seorang pengembara yg didekati seekor hewan yg marah di sebuah dataran. Ia berhasil lolos, tapi jatuh ke dalam perigi kering. Celakanya ia melihat di dasar perigi seekor naga yg membuka mulutnya lebar-lebar untuk menelannya. Pengembara yg malang itu tak berani memanjat keluar sumur agar tak dimangsa hewan di dataran. Ia juga tak berani meloncat ke dasar perigi agar tak ditelan naga. Maka ia merenggut ranting di sebuah celah perigi dan bergantung padanya. Lama-lama kedua tangannya makin lemah dan ia merasa akan segera menyerah terhadap kehancuran yg menunggunya di bawah ataupun di atas. Tapi ia tetap bergantung pada ranting itu. Lalu ia melihat dua ekor tikus, putih dan hitam, berputar-putar di pangkal ranting itu dan menggerogotinya. Ranting itu akan segera putus dan ia akan jatuh ke dalam mulut naga. Si pengembara melihat ini dan tahu ia akhirnya akan tewas, tapi sementara tetap bergantung, ia melihat ke sekitar. Ia melihat tetesan-tetesa...

Malam & Kegelapan

Sendiri menatap sang mentari di langit senja yg memerah, sang mentari yg sebentar lagi menghilang di kaki langit. Ku kenakan kembali jubah hitamku tuk menyambut sang malam yg siap melebarkan sayapnya menyelimuti tempatku. Di depan, kegelapan itu sebuah kepastian dan rembulan serta bintang-bintang adalah sesuatu yg tak pasti, mereka hanya harapan-harapan yg dipermainkan oleh rencana-rencana yang serba tak pasti. Di kaki langit tinggal ujung-ujung berkas cahaya matahari berwarna merah bata, ku tatap sekali lagi dan kunikmati untuk terakhir kalinya sebelum membalikkan badan dan berjalan menyusuri gelap malam hingga mentari terbit lagi di ufuk timur menyapu malam beserta kegelapan lalu menyeret manusia-manusia dalam kehidupan menyedihkan. Berbalik, aku telah berbalik dan itu artinya tak mungkin lagi aku lari dari sang malam. Aku menjadi bagian dari malam yg dilupakan begitu saja oleh manusia-manusia yg terlelap kelelahan dan bermain-main di alam mimpi. Ku rapatkan jubah hitamku dan ku cabu...

you-have-0-friends

+ so, are you gonna add me as a friend ? - I really don't want to get more into it + Oh okay, So i'm not your friend, then ? - you are my friend + But you just don't want to add me as a friend - it's just a stupid click of a button that takes two seconds + Right, but you don't have the two seconds or ... - Fuck You ! South Park - you-have-0-friends

tentang kurang lebih tiga tahun yg lalu dan saat ini

Secangkir kopi menemaniku menuliskan catatan ini. Entah untuk yg keberapa kalinya saya terduduk menuliskan catatan-catatan sampah ditemani segelas kopi. Catatan-catatan sampah yg berakhir di blog atau berakhir di secarik kertas yg kemudian menjadi bagian dari kertas-kertas yg bertumpuk di kamarku, bertumpuk menjadi bagian dari kebusukan kamarku. Grutuan-grutuan atau sekedar caci maki atau amarah yg meluap-luap menjadi tema utama dihampir semua catatan-catatan sampahku, ada juga satu dua yg berisi ungkapan keputus asaan melihat tampang dunia yg memelas atau mencemooh diriku. Tapi peduli apa aku dengan semua ini, semua ini hanya bagian dari kepalsuan yg terus berjalan membayang-bayangi diriku, atau mungkin karena itulah catatan-catatanku bermunculan di blog ini secara temporal. Desember 2007, kali pertama aku menitipkan tulisan-tulisanku di blog ini. Saya sudah lupa alasanku melakukan aktivitas ini, sebuah aktivitas yg banyak diistilahkan oleh orang-orang dengan "Ngeblog". Seja...