Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Cerita Pak Sono [yang katanya] adalah Malaikat

Sebagaimana saran kalian, mari kita coba berpikir postifif atas niat baik seseorang. Karena tidak memiliki "track record" yang jelas maka kita anggap saja Pak Sono sebagai malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu orang susah dan memperbaiki tatanan kehidupan yang kacau balau. Niatnya baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan layanan-layanan publik seperti layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas rekreasi publik, serta layanan sosial lainnya. Pak Sono juga ingin membersihkan sistem pemerintahan dari penyimpangan-penyimpangan yang menyusahkan masyarakat. Selain membersihkan sistem pemerintahan Pak Sono juga berniat memberantas praktek-praktek mafia di berbagai bidang. Perbaikan kerusakan moral masyarakat juga menjadi bagian dari niat baik Pak Sono. Semua niat baik Pak Sono adalah sesuatu yang mungkin hanya saja butuh kerja keras untuk mewujudkannya. Kerja keras yang dituntut memerlukan aparatus-aparatus berdedikasi tinggi dan siap bekerja, sel...

Meta-KESEHARIAN

Pagi hari berdirilah di depan rumahku atau di pintu gerbang tempatku bekerja dan lihatlah diriku. Entah perasaan apa yang akan menghinggapimu saat melihat perubahan atas diriku dari manusia menjadi mahluk mengerikan. Di pagi hari saat mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah bulu-bulu ditubuhku memanjang dan menebal. Bulu itu bertambah panjang bersama setiap langkah kakiku hingga akhirnya hampir seluruh tubuhku tertutup bulu panjang yg tebal dan hitam, hanya wajah dan telapak tanganku yang tak dipenuhi bulu. Setelah hampir seluruh tubuhku tertutupi bulu, gigi taring dan kukuku pun memanjang dan membesar seiring semakin bertambahnya jarak antara diriku dengan rumah. Taringku terus memanjang dan membesar hingga menyembul dari sela-sela bibir dan kukuku sudah cukup panjang serta cukup tajam untuk dipakai mencakar dan mengoyak. sorot mataku ikut berubah menjadi tajam dan sangat awas terhadap gerakan mencurigakan yang mungkin mengancam nyawaku. Tak cuma fisikku yang berubah, aku pun ...

NICE dan MESIN KETIK PAK MISBAH

Dia mengambil mesin ketik tua yang tadi dipajangnya sebelum di tendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan di depan kantor kecamatan tempat dia menunggu seseorang yang bersedia menebusnya dengan sejumlah uang. Sebenarnya memutuskan untuk menjual mesin ketik tua miliknya adalah keputusan berat yang terpaksa dia ambil demi mendapat tambahan sejumlah uang untuk membeli sebuah buku namun dia tak pernah membayangkan mesin ketik kesayangannya bakal ditendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan. Diperhatikannya mesin ketik tua miliknya, tempat pitanya patah namun setelah dia perhatikan sepertinya masih bisa diperbaiki. Setelah memasukkan mesin ketik tuanya ke dalam tas dan meminta maaf kepada si pegawai , dia pun berjalan meninggalkan depan kantor kecamatan. Sebagai seorang yang telah berumur 68 tahun dia termasuk orang tua yang masih cukup kuat, jarak antara kantor kecamatan dengan tempat tinggalnya sekitar 1 km dan dia menempuhnya dengan berjalan kaki. Setelah 30 menit akhirnya dia sam...